BGP NTB – Balai Guru Penggerak Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mendorong penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Melalui Program Kemitraan, Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lombok Tengah menggelar Pendampingan Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan tersebut digelar tanggal 26-28 Juli 2022.

Kerjasama Kemitraan yang diteken oleh Kepala BGP NTB Drs. Suka, M.Pd. dan Ketua PGRI Lombok Tengah H. Amir S.Pd. tersebut sasarannya adalah Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Peserta Pendampingan Pemanfaatan PMM di Kabupaten Lombok Tengah terdiri atas 4 (empat) angkatan, dengan total jumlah peserta sebanyak 532 orang berasal dari unsur Kepala Sekolah dan Guru Kelas dari tiap-tiap sekolah. Tingginya jumlah peserta tersebut menjadi bukti antusiasme PTK di Kabupaten Lombok Tengah dalam belajar menggunakan Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Pendampingan Pemanfaatan PMM antara lain bertujuan mengenalkan Platform Merdeka Mengajar kepada peserta, menjelaskan mengenai layanan-layanan dan manfaat yang dapat diperoleh melalui penggunaan platform, maupun peluang-peluang bagi PTK untuk lebih mengaktualisasikan dan mengembangkan kemampuan diri melalui menu Hasil Karya.

Adapun unsur pendamping bagi peserta ialah Widyaprada dari Balai Guru Penggerak Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah mendapat pelatihan dan memiliki kualifikasi untuk mendampingi PTK dalam kegiatan tersebut. Semoga dengan terselenggaranya Pendampingan Pemanfaatan PMM bagi PTK di Lombok Tengah dapat memberi ruang lebih bagi para pengajar untuk mengembangkan kompetensi masing-masing.

(*Teduh Alam Sasmita)