BGP NTB – Dalam rangka merayakan Hari Guru Nasional, Balai Guru Penggerak (BGP) NTB menggelar sebuah talkshow yang menarik dengan topik utama “Multifaktor dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Program Sekolah Penggerak dan Sekolah Perjumpaan.” Acara ini merupakan forum diskusi yang menggali berbagai aspek penting dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di dunia pendidikan.

Pukul 20.00 WITA, suasana dimulai dengan monolog yang penuh makna berjudul “Penggaris Kuning.” Karya yang dikarang oleh pegawai BGP NTB, Baharudin, SS. ini berhasil menyentuh hati dan memberikan semangat baru untuk para guru yang hadir dalam acara tersebut. Acara semakin kaya dengan penampilan sebuah lagu tradisional Sasak, menambahkan nuansa kekayaan budaya lokal. Suara merdu dan irama yang khas menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi seluruh peserta.

Kegiatan kemudian dibuka oleh kepala BGP NTB Drs. Suka, M.Pd. Dalam kegiatan ini juga hadir Kepala Subbag Umum BGP NTB Mas’ud, S.Pd dan Dr. Sukri dari Universitas Mataram. Selanjutnya talkshow dimulai dan dipandu dengan cermat oleh moderator handal, Yulia Hidayati, M.Ed.(EC). Kedua narasumber utama, Ahmad Junaidi, Ph.D dari Universitas Mataram, dan Dr. M. Firdaus, M.Si dari Universitas Islam Negeri Mataram, memberikan wawasan yang mendalam mengenai multifaktor dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Mereka membahas tantangan, solusi, dan harapan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

Peserta talkshow berasal dari berbagai unsur yakni sejumlah 110 orang calon penerima anugerah istimewa apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Wilayah Kerja BGP NTB, 50 orang peserta umum, dan 50 orang peserta kegiatan Komunitas Belajar turut serta dalam diskusi yang interaktif. Pertukaran gagasan dan pandangan dari berbagai perspektif menjadi daya tarik utama acara ini. Para peserta semakin semangat dengan beberapa hadiah yang diberikan kepada beberapa peserta teraktif dan peserta yang bisa menjawab pertanyaan quis dari panitia.

Dalam penutup, para peserta menyimpulkan hasil diskusi dan menyampaikan harapan mereka untuk masa depan pendidikan Indonesia. Talkshow ini bukan hanya sekadar acara informasi, tetapi juga sebagai wadah untuk memotivasi dan menginspirasi para pendidik dalam merancang pendidikan yang lebih baik. Dengan demikian, kegiatan talkshow ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga sebuah perayaan kesatuan dalam upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.