BGP NTB – Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S, M.Hum melakukan kunjungan ke Balai Guru Penggerak Nusa Tenggara Barat pada hari Jum’at 12 Januari 2024. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka menyelaraskan program tahun 2024, guna memperkuat sinergi antara dua UPT Pusat Kemendikbudristek tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Ibu Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S, M.Hum selaku Kepala Kantor Bahasa Provinsi, menyampaikan pentingnya koordinasi yang erat. Beliau menyatakan bahwa kerjasama yang kuat antara Kantor Bahasa dan Balai Guru Penggerak akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran di Nusa Tenggara Barat.

Salah satu poin utama yang dibahas dalam pertemuan ini adalah penyelarasan program tahun 2024, terutama yang berkaitan dengan pengembangan bahasa dan literasi. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmennya untuk mendukung inisiatif Balai Guru Penggerak dalam meningkatkan kompetensi bahasa guru dan peserta didik.

Ibu Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S, M.Hum juga mengapresiasi capaian Balai Guru Penggerak Nusa Tenggara Barat dalam beberapa tahun terakhir, program Siniar Sasambo dari Kantor Bahasa NTB dan One Week One Webinar (OWOW) dari BGP NTB juga dapat dikolaborasikan untuk melakukan penyuluhan yang lebih masif terkait pendidikan.

Sementara itu, Kepala Balai Guru Penggerak Nusa Tenggara Barat, Drs. Suka, M.Pd., menyambut baik kunjungan dari Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB. Suka berharap kerjasama antara kedua UPT ini dapat semakin ditingkatkan guna memberikan kontribusi maksimal bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah NTB ini.

Kunjungan ini diakhiri dengan penyampaian kenang-kenangan dari Kepala Balai Guru Penggerak Nusa Tenggara Barat Drs. Suka, M.Pd. kepada Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berupa plakat serta kalender tahun 2024. Kedua belah pihak berharap bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak positif yang signifikan dalam upaya meningkatkan literasi dan kompetensi bahasa di kalangan pendidik dan peserta didik di Nusa Tenggara Barat.