BGP NTB – Balai Guru Penggerak (BGP) Nusa Tenggara Barat (NTB) hari ini (12/5/2024) hingga 3 hari kedepan  menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Penarikan Nilai PPGP Angkatan 9 di Hotel Lombok Raya. Kegiatan ini dihadiri oleh 188 peserta, terdiri dari unsur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se-Kabupaten/Kota NTB, Cabang Dinas Pendidikan se-NTB, Fasilitator PPGP Angkatan 9 dan Pengajar Praktik PPGP Angkatan 9.

Drs. Suka, M.Pd., Plt. Kepala BGP NTB dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan Rakortek ini salah satunya adalah untuk melakukan penarikan nilai dan finalisasi nilai Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 9. Beliau juga menyampaikan data Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah melalui PMM untuk NTB yang belum mengajukan SKP sebanyak 498 guru dan 157 Kepala Sekolah.

Dalam kesempatan itu juga Plt. Kepala BGP NTB memberikan testimonial khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi se-NTB dan Kepala Cabang Dinas Kabupaten/Kota se-NTB yang telah terlibat aktif dalam mendukung keberhasilan program ini. “Kami ingin memberikan testimoni khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi se-NTB dan Kepala Cabang Dinas Kabupaten/Kota se-NTB yang telah memberikan dukungan penuh dan kontribusi positif. Kerjasama yang baik antara BGP NTB dan seluruh pihak terkait sangat penting untuk mencapai keberhasilan program ini,” tambahnya.

Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd.,M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi menyampaikan apresiasinya kepada sekolah-sekolah yang berprestasi, “Saya pada tanggal 4 mei yang lalu memberikan apresiasi kepada sekolah yang disebut AISO, salah satu penghargaan kami berikan kepada nilai rapor pendidikan tertinggi. Yang paling utama dari tugas kita adalah mendidik anak-anak kita agar bisa bernilai.”

Rakortek ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan dan langkah-langkah strategis dalam penarikan nilai dan finalisasi nilai CGP Angkatan 9, serta mendorong implementasi Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah Melalui PMM secara lebih optimal.